Mrs
Teledor
Selasa, 13
Maret 2012
Huhh… hari
ini sebel banget… sial banget, apa ini hari sialku yak,,?!
Males-males
kalau inget hari itu, tapi aku pengen cerita dengan kejadian buruk yang
menimpaku. Hehehe.. kali ini aku akan bercerita tentang kehilangan. Kalau aku
kehilangan buku, pensil, bolpoin dikelas sudah biasa, itu sudah menjadi
keseharian anak SMA yang harus bolak-balik ke kopsis untuk beli alat-alat
sekolah yang hilang. Entah hilang kemana, tapi gak pernah aku fikirin kalau
masalah itu.
Hari Selasa
seperti biasa disekolahku pulang jam 13.00 bel berbunyi dan sekolahpun ramai
dengan suara sepedah yang siap berlari meninggalkan tempat yang memberikan
penumpangnya ilmu terbaik itu. Akupun juga ikut dala rombongan sepedah ramai
itu.
Salah
seorang temanku tiba-tiba memanggilku sebelum aku tiba digerbang sekolah yang
membatasi sekolahku dengan lingkungan sekitar. Aleb, dia temanku sedari dulu,
kelas satu sampai sekarang bahkan sampai aku kelas tiga kita akan tetap satu
kelas. Dia sahabatku yang lucu dengan segala lawakanya. Rambutnya kriting mirip
dengan orang papua, banyak orang memanggilnya dengan sebutan Obama karena dia
mirip Obama. Hehehe…. Mendengar dia memanggilku akupun berhenti dan
menghampirinya. Dia mengajakku bergurau sejenak, dan aku tak tau apa maksudnya
tiba-tiba memanggilku gak jelas gitu. Setelah kutanya dan terus kutanya
akhirnya dia bilang, kalau Viand(pacarku) mau menjemputku. Ha… kenapa dia gak
bilang sama aku ? uhh dasar ! akhirnya kami berdua menunggu hadirnya kekasihku.
Kira-kira 10 menit ia sampai disekolahku. Alebpun pulang kerumahnya dan aku
sama Viand juga pulang bersama kerumahku.
Kamipun tiba dirumah, aku meninggalkan dia
sejenak dikursi ruang tamu dan aku ganti baju. Baru saja meletakkan tubuhku ke
kursi empuk, ada sms dari temanku “ Na, casku tadi masih kamu bawa?”aku
teringat pada HPku. HP N73ku ternyata masih ketinggalan dikelas saat aku cas
sebelum bel pulang sekolah berbunyi. Astaga..!! gawat, dikelasku rawan terjadi
kehilangan apalagi ini sebuah HP. Uhh… bingung banget. Aku ingat-ingat siapa
yang biasanya masih berada dalam kelas kalau semua sudah pulang. Ya… Adit dan
Dita, mereka yang biasanya ada dalam kelas sampai sore tiba. Gak tau ngapain
saja hehe… yang jelas mojok. Aku sms dia dan alhamdulilah HPku masih ada, saat itu
juga aku meluncur kesekolahku bersama Viand. Karena cuaca sedikit mendung aku
menyuruhnya membawa helm bermerek INK warna unguku. Tiba-tiba di tengah jalan
hujan mengguyur kami berdua, tak peduli hujan yang menghadang kami tetap
melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya kami sampai dengan basah kuyub. Aku segera
berlari kedalam sekolah dengan segera karna Viand menungguku di depan sekolah.
Setelah kudapatkan HPku dan kuucapkan terimakasih pada pasangan yang telah
menjaga HPku aku kembali berlari lagi ditengah hujan yang sangat deras. Tak peduli
kalau aku akan jatuh sakit. Ada seseorang disana yang masih menungguku. Dari
kejauhan dia sudah melemparkan senyumnya padaku. Membuatku semakin semangat.
Hohoho..
Perjalanan
pulang kami menuju sebuah konter atau tepatnya sebuah tempat service HP. Kami
hendak menginapkan HP milik kakaknya Viand. Setelah berbincang-bicang dengan
tukang servicenya kami kembali lagi pulang kerumahku dengan wajah senang. Walau
basah kuyub. Hehehe..Kami santai dirumahku makan dan bercanda seperti biasa.
Dan dia pulang pukul 16.00. setelah itu akupun intirahat karna capek setelah
bermain dengan hujan.
Tepat jam 6
sore, saat semua masjid mengumandangkan adzan magrib, aku teringat dengan
sesuatu. Helmku?? Hah.. dimana helmku? Aku tak melihatnya ditempat biasa. Ku
tanya pada ayah dan ibu, mereka tak tahu dan bahkan mereka ikut mencari
diseluruh sudut rumahku yang kecil.
Suasana saat itu benar-benar ribet. Semua pada bingung nyari helm
kesayanganku, helm yang aku beli dengan uangku sendiri. Kuingat-ingat kemana saja aku tadi, dan
teringat saat terakhir aku berada dalam
konter itu. Sepertinya setelah palang dari situ aku dan Viand sudah tidak
membawa helm lagi. Argh… sekarang lagi hijan deres banget, gimana ini, aku
harus segera mencari helmku. Terpaksa aku nekat hujan-hujanan lagi untuk
menanyakan pada tempat itu. Dengan rambut lembek, basah dan baju yang basah
kuyub aku memasuki konter tersebut.
“mas, ada
helm?’ wajah melas.
“ ha, ??? “
wajahnya mas-mas yang ada disana pada bingung semua.
“helm INK
warna ungu mas, tadi sore kesininya” aku memperjelas.
“gak ada
mbak, sama sekali kami tidak tahu” wajah mereka masih bingung juga.
Lemes
seluruh tubuh ini, alamat hilang helm tersayangku. Pengen nangis saat itu
juga. Ternyata didekat sana ada salon
dan yang bekerja tetanggaku sendiri bahkan temanku bermain masih kecil dulu.
Tak kuat aku langsung pulang dan akupun mamir sejenak untuk bercerita dan
numpang nangis. Huhuhuhu.
Aku ingin
marah, tapi harus marah dengan siapa? Dan setelah setengah jam aku menangis
dipinggir jalan. Ibuku sms agar aku segera pulang. Dan akupun pulang dengan
wajah lesu. Disepanjang jalan masih juga tak bisa kutahan tangisku hingga tiba
dirumah.
Kok bisa ya…
seteledor itu, barang yang dibawa kok bisa dilupakan. Apalagi ingatnya sudah 3
jam setelah barang hilang. Gimana sih aku ini. Punya otak kok pelupa banget.
HP udah
ketemu eh, malah helm yang ilang..
Wawawawawa
dasar Mrs.
Teledor !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar