Senin, 19 Maret 2012

cerpen


Mrs Teledor

Selasa, 13 Maret 2012
Huhh… hari ini sebel banget… sial banget, apa ini hari sialku yak,,?!
Males-males kalau inget hari itu, tapi aku pengen cerita dengan kejadian buruk yang menimpaku. Hehehe.. kali ini aku akan bercerita tentang kehilangan. Kalau aku kehilangan buku, pensil, bolpoin dikelas sudah biasa, itu sudah menjadi keseharian anak SMA yang harus bolak-balik ke kopsis untuk beli alat-alat sekolah yang hilang. Entah hilang kemana, tapi gak pernah aku fikirin kalau masalah itu.
Hari Selasa seperti biasa disekolahku pulang jam 13.00 bel berbunyi dan sekolahpun ramai dengan suara sepedah yang siap berlari meninggalkan tempat yang memberikan penumpangnya ilmu terbaik itu. Akupun juga ikut dala rombongan sepedah ramai itu.
Salah seorang temanku tiba-tiba memanggilku sebelum aku tiba digerbang sekolah yang membatasi sekolahku dengan lingkungan sekitar. Aleb, dia temanku sedari dulu, kelas satu sampai sekarang bahkan sampai aku kelas tiga kita akan tetap satu kelas. Dia sahabatku yang lucu dengan segala lawakanya. Rambutnya kriting mirip dengan orang papua, banyak orang memanggilnya dengan sebutan Obama karena dia mirip Obama. Hehehe…. Mendengar dia memanggilku akupun berhenti dan menghampirinya. Dia mengajakku bergurau sejenak, dan aku tak tau apa maksudnya tiba-tiba memanggilku gak jelas gitu. Setelah kutanya dan terus kutanya akhirnya dia bilang, kalau Viand(pacarku) mau menjemputku. Ha… kenapa dia gak bilang sama aku ? uhh dasar ! akhirnya kami berdua menunggu hadirnya kekasihku. Kira-kira 10 menit ia sampai disekolahku. Alebpun pulang kerumahnya dan aku sama Viand juga pulang bersama kerumahku.
 Kamipun tiba dirumah, aku meninggalkan dia sejenak dikursi ruang tamu dan aku ganti baju. Baru saja meletakkan tubuhku ke kursi empuk, ada sms dari temanku “ Na, casku tadi masih kamu bawa?”aku teringat pada HPku. HP N73ku ternyata masih ketinggalan dikelas saat aku cas sebelum bel pulang sekolah berbunyi. Astaga..!! gawat, dikelasku rawan terjadi kehilangan apalagi ini sebuah HP. Uhh… bingung banget. Aku ingat-ingat siapa yang biasanya masih berada dalam kelas kalau semua sudah pulang. Ya… Adit dan Dita, mereka yang biasanya ada dalam kelas sampai sore tiba. Gak tau ngapain saja hehe… yang jelas mojok. Aku sms dia dan alhamdulilah HPku masih ada, saat itu juga aku meluncur kesekolahku bersama Viand. Karena cuaca sedikit mendung aku menyuruhnya membawa helm bermerek INK warna unguku. Tiba-tiba di tengah jalan hujan mengguyur kami berdua, tak peduli hujan yang menghadang kami tetap melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya kami sampai dengan basah kuyub. Aku segera berlari kedalam sekolah dengan segera karna Viand menungguku di depan sekolah. Setelah kudapatkan HPku dan kuucapkan terimakasih pada pasangan yang telah menjaga HPku aku kembali berlari lagi ditengah hujan yang sangat deras. Tak peduli kalau aku akan jatuh sakit. Ada seseorang disana yang masih menungguku. Dari kejauhan dia sudah melemparkan senyumnya padaku. Membuatku semakin semangat. Hohoho..
Perjalanan pulang kami menuju sebuah konter atau tepatnya sebuah tempat service HP. Kami hendak menginapkan HP milik kakaknya Viand. Setelah berbincang-bicang dengan tukang servicenya kami kembali lagi pulang kerumahku dengan wajah senang. Walau basah kuyub. Hehehe..Kami santai dirumahku makan dan bercanda seperti biasa. Dan dia pulang pukul 16.00. setelah itu akupun intirahat karna capek setelah bermain dengan hujan.
Tepat jam 6 sore, saat semua masjid mengumandangkan adzan magrib, aku teringat dengan sesuatu. Helmku?? Hah.. dimana helmku? Aku tak melihatnya ditempat biasa. Ku tanya pada ayah dan ibu, mereka tak tahu dan bahkan mereka ikut mencari diseluruh sudut rumahku yang kecil.  Suasana saat itu benar-benar ribet. Semua pada bingung nyari helm kesayanganku, helm yang aku beli dengan uangku sendiri.  Kuingat-ingat kemana saja aku tadi, dan teringat  saat terakhir aku berada dalam konter itu. Sepertinya setelah palang dari situ aku dan Viand sudah tidak membawa helm lagi. Argh… sekarang lagi hijan deres banget, gimana ini, aku harus segera mencari helmku. Terpaksa aku nekat hujan-hujanan lagi untuk menanyakan pada tempat itu. Dengan rambut lembek, basah dan baju yang basah kuyub aku memasuki konter tersebut.
“mas, ada helm?’ wajah melas.
“ ha, ??? “ wajahnya mas-mas yang ada disana pada bingung semua.
“helm INK warna ungu mas, tadi sore kesininya” aku memperjelas.
“gak ada mbak, sama sekali kami tidak tahu” wajah mereka masih bingung juga.
Lemes seluruh tubuh ini, alamat hilang helm tersayangku. Pengen nangis saat itu juga.  Ternyata didekat sana ada salon dan yang bekerja tetanggaku sendiri bahkan temanku bermain masih kecil dulu. Tak kuat aku langsung pulang dan akupun mamir sejenak untuk bercerita dan numpang nangis. Huhuhuhu.
Aku ingin marah, tapi harus marah dengan siapa? Dan setelah setengah jam aku menangis dipinggir jalan. Ibuku sms agar aku segera pulang. Dan akupun pulang dengan wajah lesu. Disepanjang jalan masih juga tak bisa kutahan tangisku hingga tiba dirumah.
Kok bisa ya… seteledor itu, barang yang dibawa kok bisa dilupakan. Apalagi ingatnya sudah 3 jam setelah barang hilang. Gimana sih aku ini. Punya otak kok pelupa banget.
HP udah ketemu eh, malah helm yang ilang..
Wawawawawa dasar Mrs. Teledor !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar